Kamis, 19 Mei 2011
Terjemahan pertama-ku
Begitu denger lagu ini, aku jadi ingat kalian. Sekalian latihan terjemah bahasa, aku translate sekalian lagu ke Bahasa Indonesia. Masih gaje tapi.. namanya juga latihan.
Kanashii koto ga aru to hiraku kawa no hyoushi
Sotsugyou shashin no ano hito wa yasashii me wo shiteru
Ketika aku sedih, kubuka album bersampul kulit ini
terlihat fotonya sewaktu kelulusan, dia yang menatap lembut
Machi de mikaketa toki Nani mo ienakatta
Sotsugyou shashin no omokage ga sono mama datta kara
Ketika kita berpapasan di jalan, tak ada yang terucap
waktu itu kau berwajah sama seperti di foto itu
Hitogomi ni nagasarete kawatte yuku watashi wo
Anata wa tokidoki tookude shikatte
Di antara keramaian aku mulai berubah
terkadang kau meneriakiku (memanggil) dari kejauhan
Hanashi kakeru you ni yureru yanagi no shita wo
Kayotta michi sae ima wa mou densha kara mieru dake
Bercengkrama di bawah pohon yanagi yang melambai
di jalan yang sekarang hanya terlihat dari dalam kereta
Ano goro no ikikata wo anata wa wasurenaide
kau tidak lupa mengenai jalan hidup itu
Anata wa watashi no seishun sono mono
Kaulah masa mudaku
Hitogomi ni nagasarete kawatte yuku watashi wo
Anata wa tokidoki tookude shikatte
Di antara keramaian aku mulai berubah
terkadang kau meneriakiku (memanggil) dari kejauhan
Anata wa watashi no seishun sono mono
Kaulah masa mudaku
Nah, ini dia versi kanjinya, kalo ga mau ga usah baca ^^v.
作詞: 荒井由実 作曲: 荒井由実
悲しいことがあると
開く革の表紙
卒業写真のあの人は
やさしい目をしてる
町で見かけたとき
何も言えなかった
卒業写真の面影が
そのままだったから
※人ごみに流されて
変わって行く私を
あなたは時々遠くで叱って※
話しかけるように
ゆれる柳の下を
通った道さえ今はもう
電車から見るだけ
あの頃の生き方を
あなたは忘れないで
あなたは私の青春そのもの
(※くり返し)
あなたは私の青春そのもの
Selasa, 16 Maret 2010
H-6 MENUJU MEDAN PERANG!!
H-6 menuju medan perang sesungguhnya!!!!! UN!!!!!!!!!!!
Huft....yeah haha ternyata begini rasanya menghadapi ujian SMA? Berbeda dengan ujian SMP, lebih deg - degan lebih banyak materinya dan lebih banyak intrik hahaha...
yeah inilah hidup kawan -kawan, hidup memang keras!^^ hehe ujian kali ini memang benar - benar ujian, bukan hanya ujian dari sisi pelajaran yang kita dapat dari sekolah tapi juga ujian tentang daya tahan kita, daya tahan terhadap segala pilihan yang tiba - tiba harus kita pilih saat itu juga yang bukan sembarang pilihan. setiap pilihan menentukan masa depan kita, ujian milih perguruan tinggi ujian menentukan fakultas, ujian dalam bertahan antara belajar atau bermain, ujian antara keinginan kita atau berbakti sama orang tua.
ya tapi inilah ujian, ujian ya emang buat menguji, masa kita nyerah begitu aja, let's do the best guys, kita bisa kok, belajar, berdoa lalu serahkan semua pada yang kuasa, dan Alloh bakalan kasih yang emang terbaik buat kita.
Tetap semangat kawan - kawan, ujian besok? Insya Alloh BISA!!!
Semoga kita sukses semua, LULUS 100% amin.....
Selasa, 24 November 2009
Kursi Goyang Kakek
Namaku kursi goyang,tugasku adalah menopang,
tubuh renta Kakek yang tinggal tulang....
Kata Kakek aku membuatnya tenang,
berjam-jam saat waktu sedang lengang,
Kakek menghabiskan waktu dengan tidur siang....
Jika tidak tertidur,
pastilah Kakek bercerita,
tentang hidupnya yang telah uzur,
di gubuk reotnya Kakek mulai berkata....
Tentang istrinya yang seorang penari,
yang dulu lari bersama juragan kaya,
saat beras tak mampu Kakek beli,
istrinya tak mau lagi memijat punggungnya....
Tentang anaknya yang seorang pedagang,
tak jelas berdagang apa,
kata orang ia berdagang uang,
yang jelas ia tinggal di kota,
tak ingat jalan pulang....
Pada beberapa bagian cerita aku berhenti bergerak,
atau mungkin Kakek yang yang tak berkehendak....
Selesai bercerita pastilah Kakek akan diam,
hanya merasakan,
bersamaku di ruang tamu,
bergoyang ke belakang dan depan...
Semoga aku yang semakin keropos,
masih bisa bergoyang-goyang,
hanya untuk Kakek seorang,
Kakek tersayang...
ditulis oleh: Hanif Ilmawan
Minggu, 22 November 2009
Pensil dan Penghapus
Pensil berlari,
sendiri di padang kanvas,
luas tanpa batas,
meninggalkan jejak hitam,
memanjang lurus tegas,
sering meliuk anggun...
Pensil cemas,
jejaknya membekas tanpa ampun,
sedangkan kanvas diam,
belum peduli akan apa yang terjadi,
menerima apa adanya,
mengikuti apa maunya,
tetapi sekarang tak sesuai rencana,
setidaknya begitulah pikir Pensil...
Pensil bertanggung jawab,
dia mencoba menutupi noda buatannya,
tetapi corak itu semakin abstrak,
kanvas menjerit karena rapuh,
Pensil gundah, resah, gelisah...
Penghapus datang dari kotaknya,
Penghapus sigap,
segera dihapusnya noda Pensil,
Penghapus hebat,
kanvas kembali putih dan terdiam,
disusul keheningan,
Penghapus tak lagi melihat keindahan goresan,
yang memanjang lurus tegas dan sering meliuk anggun,
Penghapus gundah, resah, gelisah...
Pensil dan Penghapus terdiam lama,
loncatan energi terjadi saat mereka bertatap mata,
kemudian sekali anggukan paham...
Pensil menggambar,
terus menggambar akan keindahan segalanya,
Penghapus menghapus,
kini hanya menghapus seperlunya....
Gambar selesai,
bukan gambar Pensil,
bukan gambar Penghapus,
"Itu gambar kau dan aku, atau kita", saling berkata mereka satu sama lain...
ditulis oleh: Hanif Ilmawan
Sahabat Kecil
SAHABAT KECIL
Baru saja berakhir
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Terbanglah...

Terbanglah...
Seorang sahabat datang menghampiri, menitipkan tetes air mata.
Dari bibirnya terucap kata, " Aku lemah, terlampau lemah, aku sakit terlampau sakit, aku tak pernah bisa mengaum, dalam gerombolan singa pengaum"
Hanya diam yang bisa kulakukan, aku terkejut akan ungkapnya, bagaimana bisa ia yang indah, ia yang ada dengan segala kehebatannya, berujar demikian. Kita hanyalah seonggok daging berhias ruh yang sama - sama menuju barat. Lantas, perlukah kita berdebat tentang siapakah yang lebih hebat di antara kita?
Manusia tak pernah tercipta untuk sama, ia ada untuk berbeda, ketika mereka bisa mengaum, kau hadir dengan sayapmu. Maka terbanglah, raih segala asa di atas sana, karena setiap insan dilahirkan untuk indah.
Sahabatku, saat aral menghadangmu, ingatlah, ketika tertempa, sebenarnya alam tengah mendidikmu menjadi sosok yang lebih kuat. Mungkin kau akan sakit, namun hanya untuk sedetik, semenit, sejam atau sehari. Namun ketika kau menyerah kau akan sakit selamanya.
Tumbuhkan sayapmu, sahabat...
Tutup matamu, tutup telingamu akan auman mereka, ikuti hatimu, lalu terbanglah...
kunantikan saat kau berujar,
" Aku menemukan pelangiku...."
Sabtu, 14 November 2009
I REMEMBER
The way you glanced at me, yes I remember
I remember...
When we caught a shooting star, yes I remember
I remember...
All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember...
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
Do you remember... ?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember...
When my father thought you were a burglar
I remember...
All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember...
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
I remember...
The way you read your books,
Yes I remember
The way you tied your shoes,
Yes I remember
The cake you loved the most,
Yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
Yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
Yes I remember
diposting oleh : KETUA KELAS XII IPA 7
