Tampilkan postingan dengan label Seputar Orang Ternama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Orang Ternama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

YUI

Si Imba dari Jepang


Bagi teman-teman penggemar lagu-lagu jepang, pasti tidak asing lagi mendengar nama ini. Yoshioka Yui, atau biasa disapa Yui, adalah seorang singer dan songwriter berbakat dari negeri sakura. Ia memulai debutnya pada tahun 2004 silam, dengan modal nekat.Yui yang lahir di Fukuoka pada tanggal 26 Maret 1987 ini tak pernah mengenal sosok ayah sejak kecil karena ibunya seorang single parent. Yui kecil tak pernah terpisah dengan musik, ia mendengar musik dari radio ataupun music stereo di mobil ibunya. Bahkan saat Sekolah dasar, ia memutuskan cita-citanya adalah menjadi seorang penyanyi.

Selama 3 tahun di SMP, Yui mulai menulis buku harian dan puisi. Dan memasuki SMA, Yui yang selalu membawa gitar kemanapun ia pergi ini mulai menulis lagu. Saat itu juga, Yui bekerja sampingan untuk membiayai sekolahnya sendiri, waktu untuk musiknya pun menjadi banyak berkurang. Yui terlalu sibuk dan akhirnya jatuh sakit. Selama dirawat di rumah sakit, Yui menyadari minatnya pada musik melebihi apapun, kemudian ia menyimpulkan bahwa musik dan sekolah sama sekali tidak berhubungan dan ia harus memilih salah satu saja.

Setelah sembuh dari sakit, Yui memulai live performance (ngamen, kalo kita ngomong) di jalanan, dan akhirnya oleh sebuah band yaitu Bianco Nero, Yui diasarankan untuk mengikuti sekolah musik. Segera, Yui nekat meninggalkan bangku sekolah formal (SMA) dan mulai fokus mempelajari gitar dan menulis lagu. Keinginannya sangat kuat untuk menjadi seorang profesional.

Akhirnya pada tahun 2004, Yui mengikuti sebuah audisi yang diadakan oleh Sony Music Japan. Setiap peserta hanya boleh membawakan 2 buah lagu, namun juri memberikan kesempatan kepada Yui untuk menyanyikan 3 buah lagu. Yui duduk bersila di hadapan para juri dan mulai memainkan gitar. Ia membawakan lagu-lagu ciptaannya sendiri yaitu : Why Me, It’s Happy Line, dan I Know. Namun yang unik, saat membawakan lagu “I Know”, Yui berhenti bernyanyi di tengah lagu dan hanya bergumam-gumam mengikuti irama petikan gitarnya, ternyata lagu itu memang belum selesai dikerjakan oleh Yui, namun juri memberikan nilai maksimum untuknya.

Akhirnya, pada tanggal 24 Desember 2004, Yui mengeluarkan single pertamanya “It’s Happy Line” dan terjual hingga 2000 copy di kampung halamanya, Fukuoka. Yui tidak berhenti hanya sampai di sini, ia mempelajari beberapa alat musik lain seperti gitar elektrik, bass, drum, dan piano. Ia juga memulai debutnya sebagai aktris dalam “Taiyou no Uta” the movie.

Selama ini, penyanyi wanita jepang, biasanya terkenal dengan suara yang “kawaii” dan terkesan childish. Namun, cobalah dengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh Yui, karena vokal Yui yang kuat, sangat unik dan khas. Selain itu lirik yang ditulis oleh Yui juga tidak kalah unik, karena seringkali Yui menciptakan sebuah frasa “ajaib” dalam bahasa inggris, yang mungkin akan terdengar aneh di telinga kita. Penasaran ? Bagi yang ingin mulai mendengarkan, saya rekomendasikan lagu-lagu Yui berikut ini :

1. Rolling Star (Ost. Bleach)
2. Life (Ost. Bleach)
3. Cherry
4. Summer Song
5. Laugh Away
6. My generation
7. Gloria
8. To Mother*
9. Goodbye Days (Ost. Taiyou no Uta)
10. Again (Ost. Fullmetal Alchemist)
11. I’ll be
12. Tonight

*) Khusus di music video untuk lagu ini, kita bisa melihat Yui yang biasanya memainkan gitar pada setiap lagunya, kali ini bernyanyi sambil memainkan sebuah grand piano.

Jumat, 13 November 2009

Profil Wali Kelas

PROFIL WALI KELAS



Nama : Siti Fachriyatun

Panggilan : Ibu Atun

Tempat lahir : Banyumas

Alamat : Jl. Martadireja II Gang Merpati No. 7 Purwokerto Timur.

Motto : Jangan Pesimis, karena Nasib Allah SWT yang mengatur.

Keberadaan kelas XII IPA 7 ini, tidak akan lengkap tanpa adanya seorang Wali Kelas. Ibu Atun (begitu biasa disapa) adalah Wali Kelas XII IPA 7 TAHUN 2009/2010. Beliau merupakan salah satu Staff Pengajar mata pelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Purwokerto. Sejak tahun 1973, pada akhir Februari tepatnya, beliau mulai mengabdikan diri sebagai guru di SMA Negeri 1 Purwokerto. Sebelum mengajar di SMA 1 Purwokerto, beliau merupakan Sarjana Muda lulusan IKIP Solo yang sekarang sudah berganti nama menjadi Universitas Negeri Sebelas Maret pada tahun 1972. Tetapi beliau baru mendapatkan gelarnya pada tahun 1986 dari Universitas Terbuka.

Pada awal pengabdiannya di SMANSA, beliau diberi kepercayaan untuk mengajar kelas I. Pada waktu itu jumlah kelasnya memang tidak sebanyak sekarang yang mencapai 9-10 kelas untuk setiap tingkatan. Sehingga setiap guru tidak mendapat tugas ganda untuk mengajar di kelas yang tingkatannya berbeda, tetapi sudah ditentukan apa akan mengajar di kelas I, II atau III. Tidak lama setelah diberi posisi untuk mengajar di kelas I, kemudian Ibu Atun depercaya untuk mengajar Praktikum yang memang sudah menjadi Program Sekolah selama ini bagi siswa kelas III.

Selain mengajar, Ibu Atun juga sering diberi tugas untuk menjadi Wali Kelas. Tidak hanya satu atau dua kali mendapatkan tugas tersebut, tetapi hampir setiap tahun beliau merangkap tugas menjadi seorang Wali Kelas. Bagi beliau tugas seorang Wali Kelas tidaklah mudah. Beliau harus bisa pintar-pintar membagi waktu antara tugasnya sebagai seorang guru dan juga Wali Kelas.

Rasa lelah yang paling terasa ketika menjadi seorang Wali Kelas didapatkan pada waktu menjelang penerimaan rapor, terutana jika beliau menjadi Wali Kelas XII. Mungkin jika pembagian rapor semester tidak begitu berat, tetapi yang berat adalah ketika mengolah nilai siswa menjelang pendaftaran ke Universitas. Tetapi menurut beliau, tugas menjadi seorang Wali Kelas pada tahun belakangan ini sedikit berkurang bebannya karena pada tahun jauh sebelumnya, kita perlu menggunakan rumus-rumus untuk mengolah nilai kelas XII dan itu pasti tidak mudah. Di sisi lain, beliau kadang-kadang berduka saat melihat siswanya tidak menurut, tidak mau berusaha untuk menguasai mata pelajarannya. Tidak hanya beliau, semua guru pasti akan merasa bertanggung jawab untuk dapat membuat siswanya mengerti apa yang beliau sampaikan. Tetapi beliau tidak pernah menuntut siswanya untuk benar-benar bisa menguasai materi yang beliau sampaikan, tetapi paling tidak mereka bisa menyeimbangkan dengan nilai mata pelajaran lainnya, karena tidak mungkin juga siswanya akan memilih jurusan yang selalu ada kimianya. Pasti akan berbeda-beda. Semua tergantung minat dan bakat siswa masing-masing, begitu tutur beliau.

Ibu Atun berpesan kepada kita semua agar kita senantiasa rajin belajar, berusaha dan berdoa kepada Allah SWT, supaya kita bisa sukses ke depannya. Jangan lupa pula untuk selalu optimis jika ingin mendapatkan sesuatu, meskipun orang lain mengatakan kita tidak bisa, jika kita mau berusaha dan meminta bantuan Allah SWT, tidak mungkin tidak, pasti akan dikabulkan suatu saat nanti. Karena nasib, Allah SWT-lah yang mengatur.





ditulis oleh: Dian, Hasti, Galih, dan Mulyani