Senin, 30 November 2009

Inikah Pendidikan Kita?

KE MANA KITA BERJALAN?

Kemana kita berjalan? Beberapa waktu lalu seorang kawan meminjamkan sebuah buku mengenai usaha meraih pendidikan. Memang bukan hal baru yang dibahas. Namun, menyadarkan saya akan sesuatu, setiap hari kami sekolah dari jam 7 sampai jam 13.30, bahkan bisa smpai sore, apa yang kita kejar?

Sekedar deretan angka-angka dalam kertas putih yang dipenuhi tanda tangan dan kita terima setiap periode waktu, atau ilmu untuk bekal kita meraih mimpi?

Kita mungkin akan bersorak lantang bahwa yang kita kejar adalah ilmu untuk bekal kita meraih mimpi dan nilai adalah konsekuensi yang akan mengikuti. Namun, sadarkah kita, terkadang kita dan lingkungan kita telah terjadi pergeseran makna tentang tujuan pendidikan, dari yang namanya tempat meraih ilmu, kini dianggap sebagai tempat memetik nilai. Memang yang namanya mendaftar di perguruan tinggi dan mendaftar pekerjaan yang dilihat adalah deretan angka, namun betapa sayangnya jika pendidikan hanya diraih dalam deret angka.

Hal ini terlihat jelas ketika kita berada di lingkungan sekolah. Dalam ulangan masih saja kita bertanya kesana kemari, tak percaya pada diri sendiri. Tujuan ulangan yang tadinya sebagai alat untuk melihat hasil dari proses belajar mengajar berubah menjadi ajang peraihan nilai. Sayangnya, terkadang pihak-pihak yang seharusnya bisa mengembalikan arah tujuan pendidikan justru semakin memutar tujuan utama pendidikan, misalnya saja dengan mengalihfungsikan makna fasilitas (teman belajar) menjadi semacam buku berbicara (text book) yang memaksa siswa untuk menghafal tanpa memahami apa, bagaimana, dan mengapa, serta kurang menyadarkan para siswa bahwa hal yg kita pelajari ini adalah sesuatu yang benar-benar harus kita cermati, bukan hanya formalitas bahwa kita harus hafal hanya saat ulangan.

Mau bagaimana nanti jika yang kita punya hanyalah deret angka tanpa ada isi pastinya, padahal masa depan menanti di depan dan yg dibutuhkan adalah ilmu nyata. Lalu, mungkin ini saat kita untuk berkaca kemana arah tujuan kita dan sekolah kita?


Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog SMA N 1 Purwokerto dan Menyongsong SMA N 1 Purwokerto menjadi SBI.

Pendidikan di SMA N 1 Purwokerto

BELAJAR DARI BAPAK IBU GURU

Akhirnya, telah sampailah kami pada masa-masa terakhir keberadaan kami di SMA Negeri 1 Purwokerto. Banyak kenangan yang telah kami torehkan di dinding sekolah ini. Begitu pula sekolah ini yang telah menanamkan berbagai pelajaran di dalam sanubari kami.

Kami telah menjadi murid yang paling tua. Nampaknya tak wajar jika kami terus-terusan duduk di bangku dan mendengarkan perkataan guru. Sudah saatnya bagi kita untuk berbicara selama masih ada masa untuk menjejakkan kaki di sekolah ini. Anggap saja sebagai catatan kecil kami yang tertinggal di laci meja tua, di sudut paling belakang kelas.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru kami. Sungguh, betapa kejam orang yang tak berterima kasih kepada gurunya. Sebab, kami masih ingat betapa kami tak tahu apa-apa saat dulu pada tahun 2007 kami pertama kali memijakkan kaki di sekolah ini. Guru-guru kami lah yang kemudian membimbing kami. Hingga kini kami mengerti bahwa kromosom laki-laki adalah XY, golongan halogen adalah oksidator kuat, cahaya dilenturkan jika melewati celah sempit, dan perhitungan diferensial berlawanan dengan integral.

Kami juga masih ingat bagaimana mereka menanamkan kecintaan terhadap tanah air melalui pembelajaran tentang ideologi Pancasila dan sejarah bangsa ini, bagaimana cara mengemukakan pendapat di depan umum, dan kapan kami harus menggunakan antya basa, kramantara, atau krama alus. Tak akan pernah lupa pula bagaimana mereka menjaga kebugaran jasmani kami, mengolah kreativitas kami dalam berseni, mengajari cara penggunaan teknologi jaman sekarang, juga pembelajaran demi persiapan akhirat kami.

Namun, bukan hanya untuk itu kami berterima kasih. Kami lebih berterima kasih atas kesediaan guru-guru kami dalam mengajarkan tentang arti hidup yang sesungguhnya. Bukan hal bohong jika di sekolah ini kami belajar untuk menghadapi UN. Juga bukan hal sombong, jika di sekolah ini kami mendapatkan hal yang mungkin lebih jika dibandingkan dengan sekolah lain. Hal itu ditunjukkan dari bagaimana sebagian besar guru kami mengajar. Di sela-sela mereka mengajar pelajaran yang bersumber dari kurikulum, mereka sering kali memberikan nasehat-nasehat yang sangat bernilai.

Betapa mulianya hati mereka, sebab mereka pernah berkata, “Ketika hari guru tiba, apakah saya sudah menjadi pelita bagi diri kalian? Jawabannya, saya belum melakukan apapun.”

Juga, bagaimana mungkin kami tidak termotivasi, jika guru kami dengan bijaknya berkata, “Percayalah pada kemampuanmu, jangan percaya pada ketidakmampuanmu.”

Pendidikan seperti ini lah yang benar-benar akan merubah hidup seseorang. Dari tanpa arah menjadi jelas tujuannya. Dari sebuah mimpi-mimpi, menjadi visi dan misi. Pendidikan seperti ini yang kami rasakan di sekolah ini. Betapa beruntungnya kami, menuntut ilmu di sekolah ini. Sebab, guru yang baik Insya Allah akan menghasilkan murid yang baik pula. Begitu pula kami, atas bimbingan, doa, dan motivasimu. Thank you, our teachers. We always love you. Xie xie wo men de lao shi. Wo men ai ni men.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog SMA N 1 Purwokerto dan Menyongsong SMA N 1 Purwokerto menjadi SBI.

KBM Berbasis TIK

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu mengintegrasikan atau mengkombinasikan TIK ke dalam KBM.

Sebenarnya, UNESCO mengklasifikasikan tahap penggunaan TIK dalam pembelajaran ke dalam empat tahap sebagai berikut:

Tahap emerging, yaitu baru menyadari akan pentingnya TIK untuk pembelajaran dan belum berupaya untuk menerapkannya.

Tahap applying, yaitu satu langkah lebih maju dimana TIK telah dijadikan sebagai obyek untuk dipelajari (mata pelajaran).

Pada tahap integrating, yaitu TIK telah diintegrasikan ke dalam kurikulum (pembelajaran).

Tahap transforming yaitu merupakan tahap yang paling ideal dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan/evolusi pendidikan. TIK diaplikasikan secara penuh baik untuk proses pembelajaran (instructional purpose) maupun untuk administrasi (administrational purpose). Tahap ini merupakan tahap Kegiatan Belajar Mengajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang penulis harapkan.

Beberapa manfaat penerapan TIK bagi bidang pendidikan di Indonesia adalah:

1. Kemudahan mengakses perpustakaan dunia maya,

2. Akses Pakar,

3. Beberapa kegiatan sekolah dilakukan secara online bila memungkinkan,

4. Tersedianya layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan,

5. Tersedianya fasilitas mesin pencari data,

6. Tersedianya fasilitas diskusi,

7. Tersedianya fasilitas direktori alumni dan sekolah,

8. Tersedianya fasilitas kerjasama,

9. Memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E- Learning),

10. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi,

11. Menciptakan generasi penerus yang unggul dalam bidang TIK.

Sebagai media pendidikan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.

Dengan adanya teknologi informasi sekarang ini guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet, Disebut juga dengan e-learning.

Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Pihak yang berperan dalam mewujudkan KBM berbasis TIK yaitu:

A. SEKOLAH

Banyak sekolah sudah mulai menampilkan fasilitas TIK sebagai nilai jual. Hal-hal pendukung yang diperlukan untuk terwujudnya KBM berbasis TIK yaitu:

a. Menjelaskan kepada seluruh staff mengenai keterampilan apa yang harus dimilikisiswa dalam menghadap abad 21.

b. Pelatihan yang berkelanjutan, serahkan pada pihak guru TIK sebagai orang yang akan melatih guru-guru yang lain

c. Dalam forum rapat atau evaluasi program, sempatkan adakan forum TIK . Sebuah ajang untuk berbagi kisah, keluh, dan kesah dalam penggunaan TIK.

B. GURU

Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi penggunaan perangkat TIK di sekolah. Inisiatif guru kelas untuk sering-sering berkonsultasi dengan guru TIK juga diperlukan. Dengan demikian guru TIK bisa membantu mewujudkan apa keinginan dari guru kelas dalam kaitannya dengan integrasi TIK ke dalam KBM. Selain itu, Guru TIK selayaknya mempunyai jam khusus setelah pulang sekolah secara rutin untuk melatih keterampilan serta menjadi teman dialog untuk semua guru kelas.

Untuk menciptakan proses integrasi TIK di dalam pembelajaran, maka Manajemen Sekolah, Guru dan Siswa harus memahami 9 (sembilan) prinsip integrasi TIK dalam pembelajaran yang terdiri atas prinsip-prinsip:

[1] Aktif: memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna.
[2] Konstruktif: memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.
[3] Kolaboratif: memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.
[4] Antusiastik: memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
[5] Dialogis: memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah.
[6] Kontekstual: memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan ”problem-based atau case-based learning”
[7] Reflektif: memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton et al (2001)).
[8] Multisensory: memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter et al, 2000).
[9] High order thinking skills training: memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.).

Dengan terwujudnya kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi, peran guru dan siswa dalam pembelajaran akan berubah. Peran guru akan berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; (2) dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran akan mengalami perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain. Lingkungan pembelajaran yang di masa lalu berpusat pada guru telah bergesar menjadi berpusat pada siswa. Secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut:

Lingkungan

Berpusat pada guru

Berpusat pada siswa

Aktivitas kelas

Guru sebagai sentral dan bersifat didaktis

Siswa sebagai sentral dan bersifat interaktif

Peran guru

Menyampaikan fakta-fakta, guru sebagai akhli

Kolaboratif, kadang-kadang siswa sebagai akhli

Penekanan pengajaran

Mengingat fakta-fakta

Hubungan antara informasi dan temuan

Konsep pengetahuan

Akumujlasi fakta secara kuantitas

Transformasi fakta-fakta

Penampilan keberhasilan

Penilaian acuan norma

Kuantitas pemahaman , penilaian acuan patokan

Penilaian

Soal-soal pilihan berganda

Protofolio, pemecahan masalah, dan penampilan

Penggunaan teknologi

Latihan dan praktek

Komunikasi, akses, kolaborasi, ekspresi



Sumber-sumber:

http://gurukreatif.wordpress.com

http://nasya.site90.com
http://polres.multiply.com

http://sudirmansmansa.wordpress.com


disusun oleh: Guge, Hanif, Rofik, Saktiyan, dan Tegar

Minggu, 29 November 2009

MESTINYA KAMU TAHU

Ngaku penggemar komik ?

Kamu mesti paham deh, sama istilah di bawah ini...


Manga (baca: man-ga) Berarti komik dalam bahasa jepang. Di luar Jepang kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang.

Mangaka (baca: man-ga-ka) adalah orang yang membuat manga atau disebut juga komikus di indonesia. Dalam kerjanya, manga juga dibantu beberapa asisten.

Anime (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton tergantung umur dan minat. Anime dipengaruhi gaya gambar manga

Shonen adalah sebutan untuk anime atau manga khusus bagi laki-laki, biasanya lebih banyak bercerita mengenai action daripada membahas perasaan. Karena itu, pada umumnya gambarnya lebih “berani” daripada shoujo

Yaoi adalah genre manga, doujinshi, anime, fan art yang berfokus pada hubungan homoseksual antara karakter laki-laki pada umumnya eksplisit secara seksual.
NB : Anak baik tidak boleh membaca komik dengan genre seperti ini

Shoujo adalah genre dari manga atau anime yang bertema atau ditujukan pada pembaca perempuan remaja. Genre ini mencakup tema yang luas seperti shounen, hanya saja lebih mengarah ke perasaan dan drama antar karakternya (tapi bukan berarti serial cantik, plisss deeee tahun berapa sekarang) bila dibandingkan dengan shonen yang keras dan penuh aksi.


Yuri adalah genre manga, doujinshi, anime, fan art yang berfokus pada hubungan percintaan antar sesama wanita pada umumnya eksplisit secara seksual. NB : Anak baik tidak boleh membaca komik dengan genre seperti ini


Hentai
adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang memiliki pengertian "penampilan yang aneh" atau "abnormalitas". Bagaimanapun, dalam percakapan sehari-hari, Hentai sering diartikan sebagai "mesum" atau "porno" dan sering digunakan di banyak negara selain Jepang untuk menyebut game, anime, atau manga yang menampilkan adegan seksual atau pornografi.
NB : Anak baik tidak boleh membaca komik dengan genre seperti ini

ecchi adalah sebuah kata dalam bahasa jepang yang digunakana secara adjective yang artinya “nakal”. Komik bergenre ini biasanya “semibokep” NB : Anak baik tidak boleh membaca komik dengan genre seperti ini

Cosplay adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, permainan video, atau penyanyi dan musisi idola. Acara cosplay banyak diadakan oleh komunitas pencinta anime (anime fanclub) di berbagai kota, bahkan seringkali dijadikan ajang perlombaan. Pelaku cosplay disebut cosplayer.

Dari yang mostingin : untuk teman-teman yang suka baca komik, sebaiknya memahami betul kosakata di atas, biar nggak salah pilih. Dan yang perlu ditegaskan, banyak diantara kita yang menyebut komik cewe alias shojo itu serial cantik (berarti komik cowok serial ganteng dong ?!). Tapi sekarang yang namanya shojo ceritanya lebih berkembang, nggak centil kayak dulu lagi, jadi cukup disebut shojo aja ^^

Oleh : Aldila, dari berbagai sumber.

Basket - 2

ARTI MAKNA SEBUAH BASKET

note ini dihadirkan menindaklanjuti note yang kemarenmaren.
pada umumnya note ini masi bersinambungan dengan tema yang menitikberatkan olahraga dan bola secara kusus.
volum bola ialah 4/3 3.14 r3. jadi berapakah volum bola yang berjarijari 5cm ? haha

tema kali ini adalah ? BASKET
jeng jeng jeng

basket diklasifikasikan sebagai olahraga karena basket mampu berfungsi mengolah raga manusia. =)
di purwokerto basket mampu menelaah pola pergaulan anak muda pada umumnya.

secara etimologi basket berasal dari dua kata. bas=basah dan ket=ketek. jadi secara harfiah basket adalah olahraga yang keteknya basah. oleh karena itulah kostum basket berkaos singlet. ini bertujuan supaya sirkulasi keringat berjalan secara aerodinamik. dan menurut mitos seorang pebasket sejati dapat diukur melalui keteknya. semakin bau keteknya menandakan ia atlit basket handal.

so. coba cium ketek anda ! jika bau berarti anda mempunyai potensi basketan. jangan sampai bakat anda cuma dipendam. ayo ekplorasikan bakat anda. dengan mencium ketek anda dulu tentunya. haha


ditulis dengan pemikiran yang mendalam oleh: Ibnu Fauzan

Sabtu, 28 November 2009

Blackhole - 1

BlackHole ????


Pada waktu malam hari ketika langit bersih tanpa awan, kita bisa melihat cahaya bintang yang bertaburan di langit. Tapi tahukah Anda ? Mungkin saja saat kita melihat cahayanya bintang yang menghasilkan cahaya tersebut sudah hancur karena supernova atau tertelan oleh lubang hitan atau blackhole. Hal ini dikarenakan jarak bintang dengan bumi sejauh milyaran tahun cahaya. Sehingga waktu yang dibutuhkan cahaya bintang untuk sampai dan terlihat dari bumi lebih panjang dari umur bintang itu sendiri.

Salah satu hal yang menyebabkan hancurnya bintang adalah supernova. Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang amat besar, karena sebuah bintang kehabisan nuklir di dalam intinya sehingga menyebabkan bagian dalam bintang mengalami kenaikan suhu dan mengembang, dan pada titik maksimal pengembangan bintang akan meledak seperti balon. Pada saat itu tamatlah riwayat suatu bintang. Setelah ledakan supernova beberapa bintang yang berukuran kecil berubah menjadi bintang mati yang kerdil, namun beberapa bintang lainnya yang lebih besar berubah menjadi lubang yangmemiliki gaya gravitasi yang luar biasa besar dan biasa disebut blackhole atau lubang hitam dalam bahasa Indonesia.

Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apapun lolos darinya termasuk cahaya, kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Kecepatannya menghisap materi hampir menyamai kecepatan cahaya. Cahaya yang terhisap tidak akan pernah bisa keluar lagi, dari sinilah diperoleh kata hitam. Istilah lubang hitam telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti yang biasa, namun sebenarnya merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semuanya belum dapat dijelaskan secara teoritis. Lubang hitam dapat memiliki ukuran dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Beberapa tahun terakhir, satelit-satelit NASA telah menemukan sesuatu yang kemungkinan merupakan “calon” lubang hitam di beberapa tempat di sekitar pusat Galaksi Bimasakti atau Milkyway. Namun hal ini adalah hal yang biasa, mengingat sebelumnya NASA telah menemukan ratusan lubang hitam lain di wilayah yang sama. Lubang hitam telah diketahui keberadaanya sejak dua abad yang lalu. Orang pertama yang mengajukan teori lubang hitam adalah seorang astronom dari Amerika bernama John Michell dan Pierre Simon Laplace pada abad ke-18. Selanjutnya dikembangkan oleh astronom dari Jerman bernama Karl Schwarzschild pada tahun 1916. Berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini, banyak astronom yang berkeyakinan bahwa hampir semua galaksi di alam semesta ini dikelilingi lubang hitam yang banyak terdapat pada pusat galaksi.

Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang telah memberikan nama “Lubang Hitam” atau “Blackhole” sehingga menjadi populer di dunia, juga menjadi favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam, namun kita bisa mendeteksi materi yang tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah para astronom mampu mempelajari, mengidentifikasi, bahkan mengetahui letaknya. Melalui observasi yang sangat hati-hati, para astronom memperkirakan bahwa alam semesta ini dihiasi oleh jutaan lubang hitam.


ditulis waktu itu oleh : Aldila AF