Jumat, 13 November 2009

Puisi - Bocah-Bocah Dewasa

BOCAH-BOCAH DEWASA


Hukum alam mewajibkan kami untuk terus tumbuh

menjadi apa yang dicipta

dan ada saatnya nanti

mereka akan ramai-ramai bersorak girang

"aku telah dewasa!!"

aku hanya tergugu

kebodohan macam apa yang mereka teriakkan?

kegilaan apa yang mereka banggakan?

bukankah mereka tetap bocah-bocah dengan ingus menetes

disertai jiwa-jiwa yang rapuh

yang akan hancur serata tanah saat angin muson bertiup?


yang membedakan hanyalah pakaian-pakaian mereka yang dipenuhi rumbai-rumbai menjuntai yang mereka sebut tren

menelantarkan ribuan perut demi pembungkus dosa berlambang Prada!


dengan bocahpun mereka lebih gila!

bagaimana pula mereka tega menyebut diri dewasa saat nurani hanya jadi babu?

dan bagaimana bisa mereka bersorak

akulah sang rupawan!

tidak punyakah mereka cermin?
bahkan cerminpun enggan memantulkan bayangan mereka

karena yang terpantul hanyalah wajah tikus-tikus got jalanan yang dengan rakus menyantap padi-padi dari jiwa-jiwa berteriak dalam sekarat?

hahaha

itukah dewasa?

tidak bagiku

karena dewasa adalah tetap berhati bocah saat ragamu melaju seiring waktu

karena dewasa adalah menjadi sandal saat berjalan

meanjadi lilin saat listrik padam

menjadi cinta saat terdiam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar