Minggu, 22 November 2009

Terbanglah...


Terbanglah...

Seorang sahabat datang menghampiri, menitipkan tetes air mata.

Dari bibirnya terucap kata, " Aku lemah, terlampau lemah, aku sakit terlampau sakit, aku tak pernah bisa mengaum, dalam gerombolan singa pengaum"

Hanya diam yang bisa kulakukan, aku terkejut akan ungkapnya, bagaimana bisa ia yang indah, ia yang ada dengan segala kehebatannya, berujar demikian. Kita hanyalah seonggok daging berhias ruh yang sama - sama menuju barat. Lantas, perlukah kita berdebat tentang siapakah yang lebih hebat di antara kita?

Manusia tak pernah tercipta untuk sama, ia ada untuk berbeda, ketika mereka bisa mengaum, kau hadir dengan sayapmu. Maka terbanglah, raih segala asa di atas sana, karena setiap insan dilahirkan untuk indah.

Sahabatku, saat aral menghadangmu, ingatlah, ketika tertempa, sebenarnya alam tengah mendidikmu menjadi sosok yang lebih kuat. Mungkin kau akan sakit, namun hanya untuk sedetik, semenit, sejam atau sehari. Namun ketika kau menyerah kau akan sakit selamanya.

Tumbuhkan sayapmu, sahabat...

Tutup matamu, tutup telingamu akan auman mereka, ikuti hatimu, lalu terbanglah...

kunantikan saat kau berujar,

" Aku menemukan pelangiku...."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar