Rabu, 25 November 2009

Untuk Bapak dan Ibu Guru Kami

PESANMU KUINGAT SELALU


Di tempat ini lah kami menimba ilmu. Sebuah tempat di mana kami bertemu dengan orang-orang luar biasa. Orang-orang yang tak kenal lelah mengabdikan diri demi masa depan kami. Tanpa pamrih dan penuh kasih. Mereka adalah guru-guru kami.

Tanpa terasa waktu berjalan cepat. Kami masih ingat karisma mereka di depan kelas. Berkata mereka tentang ilmu-ilmu. Diselingi berbagai petuah yang tak ternilai harganya. Kami masih ingat kata-kata mereka...


“Hati kita ini tidak kelihatan, tetapi dekat sekali.”

“Sehebat-hebatnya kuningan yang disepuh emas, jika dikumpulkan dengan emas yang lain pasti akan luntur.”

- Pak Widiyanto


“Kamu harus yakin dengan kemampuanmu. Jangan yakin dengan ketidakmampuanmu.”

“Jangan hobi mencari-cari kesalahan orang lain. Kalau bisa, hobi mencari kesalahan diri sendiri.”

- Pak Makrus


“Kita itu harus seperti air, Anakku.”

- Suha Laoshi


“Yang selalu mengkritik tidak selalu yang ingin kita jatuh. Justru yang selalu menyanjung yang perlu kita waspadai.”

- Pak Suradi


“Kesalahan terbesar seorang murid adalah tidak memperhatikan saat diterangkan.”

- Bu Dani


“Puasa bukan menjadi halangan bagi kita yang ingin melangkah ke masa depan.”

- Pak Lilik


“Hari ini Tuhan memberikan anugerah kepada saya. Dalam keterbatasan, saya menjadi lebih merasa bahwa anugerah-Nya begitu berarti dan tanpa batas.”

“Untuk menjadi orang baik kuncinya satu, ikhlas.”

“Harga yang terbaik adalah ketika kalian mau belajar dan memperjuangkan dirimu untuk masa depanmu.”

“Ketika hari guru tiba, apakah saya sudah menjadi pelita bagi diri kalian? Jawabannya, saya belum melakukan apapun.”

- Bu Isbandiyah


Kami tidak sanggup lagi menggambarkan sosok guru-guru kami dengan tulisan ataupun ucapan. Yang kami yakini adalah, hanya sedikit kehebatan guru-guru kami yang bisa Anda bayangkan melalui tulisan ini. Anda hanya bisa mengerti jika Anda menjadi kami, dan merasakannya sendiri. Terima kasih. Terpujilah, wahai engkau, Ibu Bapak guru. Jasamu akan selalu hidup dalam sanubari kami.

Selamat Hari Guru, 25 November 2009.

Terima Kasih, Bapak Ibu Guru…


1 komentar: